Feed

Uji T Berpasangan

Uji-t menilai apakah mean dan keragaman dari dua kelompok berbeda secara statistik satu sama lain. Analisis ini digunakan apabila kita ingin membandingkan mean dan keragaman dari dua kelompok data, dan cocok sebagai analisis dua kelompok rancangan percobaan acak.

Uji t berpasangan (paired t-test) biasanya menguji perbedaan antara dua pengamatan. Uji t berpasangan biasa dilakukan pada Subjek yang diuji pada situasi sebelum dan sesudah proses, atau subjek yang berpasangan ataupun serupa. Misalnya jika kita ingin menguji banyaknya gigitan nyamuk sebelum diberi lotion anti nyamuk merk tertentu maupun sesudahnya. Lanjutan dari uji t berpasangan adalah uji ANOVA berulang.

Rumus yang digunakan untuk mencari nilai t dalam uji-t berpasangan adalah:




Uji-t berpasangan menggunakan derajat bebas n-1, dimana n adalah jumlah sampel.


Hipotesis pada uji-t berpasangan yang digunakan adalah sebagai berikut:

H0: D = 0 (perbedaan antara dua pengamatan adalah 0)

Ha: D ≠ 0 (perbedaan antara dua pengamatan tidak sama dengan 0)

Ilustrasi:

Jika kita ingin membandingkan nilai matematika siswa di sebuah sekolah sebelum dan sesudah mengikuti bimbingan belajar, data yang diberikan adalah sebagai berikut:




Dengan SPSS 17.0 langkahnya sangat mudah:


1. Pertama-tama input data sebagai berikut:




2. Kemudian pilih Analyze – Compare Means – Paired Samples T test, seperti berikut:



3.Setelah muncul kotak dialog Paired-T test, masukkan kedua variabel ke kotak Paired Variables, kemudian klik continueOK,




4. Akan ditunjukkan output sebagai berikut:




5. Interpretasi
Nilai t-hitung yang dihasilkan adalah 4,015 pada derajat bebas 14 lebih besar daripada nilai t-tabel sebesar 1,761 (lihat tabel sebaran t). nilai sig.2-tailed lebih kecil daripada nilai kritik 0,05 (0,001 < 0,05) berarti kita dapat menolak H0 dimana perbedaan adalah tidak sama dengan nol, artinya tidak terdapat perkembangan signifikan dari hasil bimbingan belajar yang dilakukan terhadap bidang studi matematika di sekolah tersebut.(yoz)

Referensi Lain:
Walpole, R.E. 1995. Pengantar Statistika. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.

9 Response to Uji T Berpasangan

December 15, 2009 at 7:18 PM

maaf, bukannya kalo nilai sig < p value (0,05) itu harusnya H(nol) di tolak. yang artinya menerima H(a): perbedaan tidak sama dengan nol. analisisnya H(nol) anda menerima H(nol) tapi kesimpulannya ko terdapat perkembangan signifikan. terdapat perkembangan berarti kan ada perbedaan, mohon di konfirmasi. terimakasih

December 18, 2009 at 8:03 AM

thanx, atas koreksinya, yep, anda benar

July 30, 2010 at 5:47 PM

maav, saya rasa apa yang sudah disimpulkan oleh mas ariyoso sudah benar yaitu jika p value < alpha (0,05) maka Ho akan ditolak.

October 28, 2010 at 4:06 PM

rumus uji-t berpasangan diatas, anda dpt dari buku mana ya? dan halaman berapa? mhon referensi nya! trima kasih!

December 20, 2012 at 3:15 AM

bagaimana kalo 3 data..??
dan hasilnya
jika AB = berbeda
AC = sangat berbeda
BC = tidak berbeda
jadi kesimpulannya ?
mohon bantuannya

ket :
A = kolom pertama
B = kolom kedua
C = kolom ketiga

AB = hasil gabungan antara kolom 1 dan 2
AC = hasil gabungan antara kolom 1 dan 3
BC = hasil gabungan antara kolom 2 dan 3

February 9, 2013 at 11:23 PM

jika t hitung > t tabel H0 ditolak berarti ada perbedaan,akan tetapi nilai sig > 0,05 H0 diterima berarti tidak ada perbedaan.
otomatis peneliti kebingungan apakah memakai sig atau nilai t untuk mengambil kesimpulan.solusi menurut anda bagaimana?terima kasih sebelumnya.,.

March 27, 2013 at 8:05 PM

bagaimana dengan perbadingan datanya? apa harus 1:1
semisal data sebelumnya 2 tahun dan setelahnya 3 tahun, apa bisa menggunakan uji T?

August 20, 2013 at 9:03 AM

iha Syra:
Biasa nya data akan otomatis menyimpulkan hasil yang sama.

Jadi apabila
sig < alpha = Ho ditolak
t hitung > t table= Ho ditolak

Maka kesimpulan nya, ada perbedaan.

December 30, 2013 at 4:04 PM

di dalam output kolom Mean dapat diartikan apa?
mohon bantuannya

Post a Comment

Copyright © 2009 Statistik 4 Life - βeta All rights reserved.